HARMONY IN DIVERSITY
Indonesia, negeri yang sangat luas. Berbagai macam suku dan budaya ada di dalamnya. Mulai dari sabang sampe merauke. Ada suku aceh, batak, jawa, sunda, banjar, kutai, dayak, bali sampai papua dan lain lain. Tentu saja seluruh suku di Indonesia itu berbeda, memiliki ciri khas daerah masing-masing.
Selain wilayah Indonesia yang sangat luas, keadaan geografis juga ikut mempengaruhi kebudayaan yang terjadi di masyarakat. Misalya masyarakat Indonesia yang tinggal di pinggir sungai maka cenderung memanfaatkan sungai sebagai jalur transportasi dan menjadikan alat transportasi air, seperti perahu, kapal, feri, sebagai sarana utama, berbeda dengan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan. Nggak mungkin kan mereka memakai perahu di daerah pegunungan.
Karena daerah mereka berbeda, otomatis bahasa mereka berbeda pula. Ribuan bahasa tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan disatu suku memiliki berbagai macam bahasa. Misalnya suku jawa, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sama-sama satu suku yaitu suku jawa, tapi bahasa mereka berbeda. Namun kita telah disatukan oleh bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
Kita harus bangga menjadi warga Negara Indonesia. Karena dengan keberagaman suku budaya, bahasa, ras, suku dan agama, tidak menjadikn adanya perbedaan yang berarti. Apabila dalam bahasa antropologi itu integrasi nasional. Semua suku di Indonesia di satukan oleh satu bangsa persatuan, bangsa Indonesia, disatukan oleh bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia. Juga disatukan dalam satu ideology yaitu Pancasila.
Hal ini juga bisa di analogikan untuk kita, Fakultas Ilmu budaya. Walaupun bahasa serta kebudayaan yang kita pelajari dan tekuni berbeda kita harus tetap bersatu dalam satu fakultas. Integrasi tentunya mendorong keharmonisan yang terjalin dalam berbagai keberagaman. Baik suku, agama, ataupun perbedaan lainnya.
Hidup harmonis tentu banyak sekali kenikmatan yang dirasa. Saling membatu, tolong menolong, dan kebersamaan. Berbeda sekali dengan hidup penuh konflik. Dimana-mana yang ada hanya permusuhan dan rasa saling membenci. Lebih baik hidup rukun tenang dan saling menghargai.
Kita tidak perlu meributkan soal perbedaan. Karena hal ini memang sudah di takdirkan oleh Allah SWT, sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Hujarat ayat 13 yang artinya “kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.” Seharusnya kita memandang perbedaan itu sebagai suatu keunikan yang harus dijaga dan disyukuri. Bagaimana jika di dunia ini semua orang sama, pendapat sama, wajah sama, sifat sama, maka hidup ini akan benar-benar membosankan dan akan membingungkan. Jadi untuk apa kita meributkan masalah perbedaan.
Yang perlu kita ingat kenapa kita harus menjaga kehrmonisan? Tentu saja permusuhan tidak ada manfaatnya sama sekali. Untuk apa berkonflik dengan perbedaan apabila damai itu indah. Keep smile ^_^
Aghnina Nur Intan
Fakultas Ilmu Budaya (sastra jepang)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar